Padahal kemarin-kemarin aku mikir pengen quit dari blog, udah capek aja dan suatu hari nanti blog ini juga akan stop, ngga di aktualisasi, dan alasan-alasan lainnya.
Tapi tadi malam ada satu dokumen dari Televisi La 2, yang amat sangat penting untuk ditulis di sini, yaitu tentang penggelapan global. Sampai-sampai aku berpikir, bahwa suatu saat nanti, manusia akan berhenti berperang melawan saudara-saudarannya sendiri, sesama homo sapiens, dan yang ada hanyalah manusia berperang melawan kehancuran alam dan bumi, karena bencana-bencana itu memang sudah ada di antara kita.
Kamu pasti sudah mendengar adanya pemanasan global, yaitu naiknya temperatur di permukaan bumi karena kenaikan jumlah gas-gas rumah kaca seperti CO2, metano, etc. yang menyebabkan terblokirnya radiasi matahari yang seharusnya keluar ke angkasa.
Nah, kalau penggelapan global ini, mulanya ada seorang ahli iklim yang setiap hari menggambil data, tentang jumlah evaporasi air yang naik ke udara setiap harinya. Dia melihat bahwa ada penurunan jumlah evaporasi yang cukup besar jumlahnya, ini menunjukkan turunnya intensitas radiasi matahari di permukaan bumi.
Pertanyaannya adalah:
1. Apakah intensitas yang turun ini disebabkan dari sumbernya, bintang matahari?
2. Atau apakah intesitas yang turun ini terjadi di permukaan bumi saja?
Maka para ahli berkumpul dan menjalankan proyek di sekitar samura hindia, aku sendiri lupa nama proyek penelitian tersebut, Indotec - kalau tidak salah.
Di tiap pulau, negara, di ambil analisis atmosfirnya.
Ternyata, atmosfir kita dipenuhi oleh partikel-partikel debu yang berasal dari pembakaran energi yang bersumber dari karbon. Artinya, atmosfir kita terpolusi oleh partikel-partikel debu tadi, sehingga menghalangi radiasi matahari untuk sampai ke permukaan bumi, hingga intensitasnya menurun karena dihalangi oleh polusi tersebut.
Polusi tersebut juga merubah kebiasaan hujan yang turun. Daerah di mana terdapat polusi yang tinggi di atmosfirnya akan menerima hujan yang kurang dari biasanya. Misalnya, di Afrika, Argel, karena posisinya cukup dekat dengan Eropa yang berpolusi - tahun-tahun kebelakang, negara ini sempat mengalami kekeringan.
Ketika Eropa mulai mengurangi emisi karbon dioksidanya, maka kekeringan di Argel tidak separah tahun (kalau tidak salah) 97.
Di Amerika, setelah kejadian yang amat buruk yaitu pada tanggal 11 september 2001, beberapa hari setelahnya diumumkan larangan terbang di beberapa wilayah AS. Maka seorang ahli iklim di sana memanfaatkan hal ini untuk mengambil analisis atmosfir di wilayah-wilayah tersebut. Hasilnya adalah jumlah partikel karbon yang berkurang di atmosfir itu (karena tidak adanya pergerakan-pergerakan pesawat yang biasanya meninggalkan partikel2 debu yang berasal dari pembakaran energinya)
Di satu sisi, penggelapan global “mengimbangi” adanya pemanasan global. Namun di sisi lain amat berbahaya karena mengubah kebiasaan hujan dan meningkatnya penyakit saluran pernafasan.
Ketika Eropa mulai mengurangi emisi karbon dioksidanya, apa yang terjadi?
Tahun 2003 terjadi gelombang panas, gelombang ini lebih terasa dampaknya diakibatkan berkurangnya “penggelapan” global yang terjadi sebelumnya (dalam hal ini, penggelapan global melindungi bumi dari intensitas radiasi matahari). Maka ribuan orang, terutama orang-orang tua, meninggal akibat panas yang amat sangat.
Seorang ahli dari AS sangat prihatin dengan adanya penggelapan global ini, bukan saja karena hal-hal yang telah disebutkan di atas tadi, namun penggelapan global ini telah “menipu” analisis tentang pemanasan global yang selama ini mereka kumpulkan. Hasilnya adalah, temperatur bumi bisa naik dua kali lipat dari apa yang mereka pikirkan sebelumnya.
Kenaikan temperatur yang drastis ini menyebabkan melelehnya es di kutub utara, kemudian berubahnya keadaan alam di suatu negara, misalnya di Inggris yang hijau dan lembab, bisa berubah menjadi Inggris yang berpadang pasir. Akibatnya suatu negara bisa menjadi tempat tinggal yang tidak dapat ditinggali oleh penduduk atau mahluk hidup. Kekurangan pangan akibat kekeringan, hilangnya hutan dan sumber daya alam di Amazon, dsb.
Maka dari itu, pemanasan dan penggelepan global sama pentingnya untuk diberantas. Kita tidak bisa berpegang pada penggelapan global untuk melindungi diri dari pemanasan global, karena hal ini sama saja dengan bunuh diri, karena penggelapan global sendiri berdampak sama buruknya dengan pemanasan global.
Kalau kita tidak bergerak dari sekarang, maka generasi manusia yang akan datang akan hidup menderita karena kondisi alam yang sama sekali tidak berteman.