Diambil dari buku yg berjudul “El Príncipe” dari Maquiavelo (ahli politik dan strategi italia pada abad XV). Saya terjemahkan “El principe” yang bisa berarti:
1. Yang pertama dan terbaik, yang berkuasa/lebih tinggi derajatnya dari pada yang lain-lain
2. Pangeran
Setelah berdikusi terjemahan yang benar adalah “Pangeran”, karena pada jaman tersebut, Maquiavelo menulis buku ini untuk para pangeran di Itali (khususnya keluarga Medici) yang mana hanya titel merekalah yang bisa membawa mereka ke tampuk pemerintahan.
Baik mari kita mulai terjemahkan intisari dari buku ini.
Bertahan terhadap perubahan-perubahan
Masyarakat hidup tenang jika mereka dibiarkan hidup dengan cara tradisional.
Ketidakpercayaan masyarakat membuat mereka tidak pernah percaya akan sesuatu yang baru sampai mereka betul-betul mendapatkan pengalaman dengan sesuatu itu.
Sifat masyarakat sangat sedikit statis: hasilnya sangat gampang meyakinkan mereka tentang sesuatu, namun sangat sulit mempertahankan mereka dalam keyakinan tersebut.
Balas dendam
Masyarakat seharusnyalah dimanja atau diinjak, karena mereka akan membalas dendam dari penindasan yang ringan, namun dari penindasan yang keji, mereka tidak dapat. Penghinaan yang dijatuhkan kepada seseorang seharusnya sebegitunya hingga tidak ada kesempatan untuk takut dari pembalasan dendamnya.
Ketika memulai peperangan
Seharusnya jangan sampai dibolehkan memperpanjang masalah untuk menghindari suatu perang karena jika perang tidak dihindari, namun diundur-undur, kerugian akan berada dipihakmu.
Menirukan orang-orang ternama
Seseorang yang mawas diri seharusnya berjalan di jalur yang telah dilewatkan orang-orang ternama dan meniru mereka yang keluar secara gemilang di atas orang-orang yang lain, dengan tujuan, walaupun kebaikannya (tujuan baiknya) tidak tercapai, paling tidak tertinggal wanginya.
Upah-upah
Barang siapa yang berpikir bahwa upah-upah yang baru akan melupakan masyarakat dari ketikadilan yang lalu dimana mereka menjadi korbannya, mereka itulah yang menipu diri sendiri.
Kekejaman
Kita bisa menggunakan kekejaman secara baik atau buruk.
Penggunaan yang baik (jika ia berasal dari keburukan, maka adil jika disebut baik) dari kekejaman adalah yang dilakukan satu kali saja dan sekali waktu, supaya meyakinkan , dan seterusnya tidak memaksakan cara ini terus menerus, namun akan berubah menjadi sesuatu yang mungkin paling berguna bagi para bawahan.
Penggunaan yang buruk, adalah kekejaman yang mempunyai sedikit alasan, yang terus bertambah sejalan dengan waktu dimana seharusnya kekejaman itu berkurang.
Ketidakadilan dan bantuan-bantuan
Ketidakadilan seharusnya dilakukan semua dalam satu kali saja dengan tujuan:
karena jarang dilakukan, maka akan membawa sedikit keburukan.
Sementara bantuan seharusnya diberikan sedikit demi sedikit, dengan tujuan, agar dihargai lebih baik.
Masyarakat ketika menerima kebaikan dari orang yang mereka pikir akan membawa keburukan, mereka akan merasa diwajibkan oleh orang yang ternyata membawa mereka kebaikan. Maka dengan begitu masyarakat akan mendukung negara dengan rasa sayang yang lebih, seakan-akan mereka telah didukung oleh pemimpin.
Kewaspadaan
Barang siapa yang tidak bisa mencium keburukan ketika datang, bukanlah seseorang yang benar-benar waspada.
Seni perang
Seorang pemimpin yang tidak tertarik/khawatir dengan seni perang, bukan saja keburukan akan menimpa dirinya, namun dia tidak akan pernah dihargai oleh pasukannya dan tidak juga dipercayai oleh mereka.
Yang seharusnya dilakukan
Barang siapa yang menunda-nunda apa yang seharusnya dilakukan, dia akan belajar kejatuhannya sebelum menjaga tahtanya.
Kemurahan
Bermurah hatilah kepada orang-orang yang tidak merebut apapun - dimana jumlah mereka banyak dan kita harus pelit kepada mereka yang tidak memberi - dimana jumlah mereka sedikit.
Bermurah hatilah dengan sesuatu yang bukan milikmu maupun dari bawahanmu. Menghabiskan/membelajakan sesuatu yang bukan milik kita, membuat orang lain tidak lupa padamu, bahkan pendapat yang baik terhadap dirimu akan bertambah.
Hukuman
Dengan memberikan contoh hukuman yang sangat sedikit akan lebih ada rasa kasihan yang terlihat daripada mereka yang karena memberikan rasa kasihan yang berlebihan, memperbolehkan kekacauan berlanjut, karena dari itu selalu muncul kekacauan di masyarakat.
Sifat manusia
Kita bisa katakan dari sifat orang-orang sebagai berikut:
mereka tidak berterima kasih, selalu berubah-ubah, berpura-pura dari apa yang bukan mereka sebenarnya, menyembunyikan diri mereka sebenarnya, kabur dari bahaya, rakus akan pendapatan; dan sementara mereka dibantu olehmu, mereka milikmu, mereka menawarkan darahnya untukmu, apa yang mereka miliki, hidupnya, dan anak-anaknya ketika kebutuhan akan mereka sedang jauh, namun ketika kamu membutuhkan mereka, mereka akan memberikan punggungnya. Manusia melupakan secara cepat kematian ayahnya daripada kehilangan harta miliknya.
Sifat manusia-manusia adalah menciptakan kewajiban antara mereka baik karena bantuan yang mereka berikan maupun yang diterima.
Menghidari kebencian rakyat
Seorang pemimpin seharusnya ditakuti di mana jika tidak mungkin memenangkan rasa sayang dari rakyat paling tidak berhasil menghindari kebencian rakyat, karena ia bisa dengan sempurna mengkombinasikan rasa ditakuti dengan tidak dibenci oleh rakyat. Seorang pemimpin harus menghindari semua yang dapat membuat rakyat membencinya atau merendahkannya.
Kesetiaan pada kata-kata yang telah diberikan
Seseorang penguasa tidak bisa - dan tidak seharusnya menjaga kesetiaan pada kata-katanya ketika kesetiaan itu berbalik melawan dirinya dan telah hilang alasan perjanjiannya. Jika semua orang baik, perintah ini tidak betul adanya, namun, karena orang sifatnya jahat dan tidak akan memegang janjinya kepadamu, maka kamupun tidak harus memegang janjimu.
Mendelegasikan aktuasi/perintah yang tidak populer
Para pemimpin seharusnya menjalankan melalui orang-orang lain perintah-perintah yang bisa membuatnya dibenci dan menjalankan sendiri aktuasi2/perintah yang dihargai oleh bawahannya. Mereka harus menghargai para bangsawan, tapi juga tidak dibenci oleh rakyat.
Menyibukkan rakyat
Disarankan untuk menyibukkan rakyat dalam waktu-waktu tertentu dengan pesta dan hiburan.
Persekutuan
Disarankan untuk bersiap-siap dengan suatu persekutuan dengan seseorang yang lebih berkuasa daripada dirimu untuk menyerang pihak lain, kecuali jika kamu pikir kamu terpaksa melakukan itu. Alasannya adalah jika halnya persekutuan ini menang, kamu menjadi tahanannya dan para pemimpin harus menghidari sebisanya berada dalam kontrol orang lain.
Juga dicapai nama yang baik, dalam hal persahabatan maupun permusuhan, dengan kata lain, ketika kamu berpihak secara jelas kepada seseorang - melawan orang yang lain.
Cara aktuasi ini selalu lebih berguna daripada menjadi neutral, karena ketika dua negara tetangga berperang, seperti halnya karakter mereka, jika salah satu pihak menang maka ada rasa takut pada pihak pemenang. Pemenang tidak bersekutu dengan negara yang ragu-ragu, yang tidak membelanya dalam perlawanan. Sedangkan pihak yang kalah, tidak akan memberikanmu tempat berlindung dengan alasan tidak mau berbagi keberuntungan dengan senjata di tangan.
Ketenaran
Juga cukup membantu memberikan contoh-contoh yang mengejutkan dalam administrasi dalam hal-hal intern, dengan cara ketika seorang bawahan menyelesaikan tugas dengan ekspektakuler (baik maupun buruk), dibalas dengan suatu penghargaan atau hukuman, dengan begitu adanya alasan yang cukup untuk membicarakan orang tersebut. Disarankan untuk menciptakan pemikiran pintar, di atas semuanya, supaya di tiap aktuasi nama kita terangkat sebagaimana orang-orang besar dan pintar. Ada banyak orang yang menghargai pemimpin yang arif, seharusnya ketika ada kesempatan, dia harus mengembangkan dengan pintar suatu lawan/oposisi supaya jika dia menang, cerah kebesarannya terlihat lebih tinggi.
Seleksi dan kontrol para penasihat
Tidak ada jalan untuk membela diri dari pujian-pujian selain membuat orang-orang mengerti bahwa kamu tidak merasa terhina jika mereka mengatakan hal yang sebenarnya; namun jika semua orang bisa mengatakan kebenaran kepadamu maka berarti mereka tidak menghormatimu.
Seorang pemimpin yang waspada akan berusaha melakukan cara yang ketiga: memilih orang-orang pandai dan bijak dan memerintahkan kepada mereka kebebasan untuk mengatakan kebenaran, yang mana mereka hanya akan menjawab terhadap hal yang dipertanyakan, tidak lebih dari itu.
Berpura-pura menjadi dan berpura-pura tidak menjadi
Seorang pemimpin butuh menjadi seseorang yang berpura-pura menjadi seseorang dan berpura-pura tidak menjadi seseorang yang sebenarnya:
dan manusia-manusia adalah sangat sederhana dan bisa dikuasai sampai pada satu titik dalam kebutuhan saat ini yang mana seseorang yang mengelabui akan selalu menemukan mereka yang membiarkan dirinya dikelabui. Setiap orang melihat apa yang tampak dilihatnya, namun hanya sedikit yang menyadari siapa sebenarnya dirimu. Kewaspadaan yang sedikit dari seseorang mendorong untuk memulai sesuatu dan, karena keuntungan yang cepat dari apa yang diusahakan, ia tidak mewaspadai racun yang tersembunyi dibalik itu.
Kemampuan-kemampuan seorang pemimpin
Dari beberapa kemampuan dari seorang pemimpin yang dapat ia miliki, bahkan saya berani untuk bicara bahwa jika kemampuan itu didapat dan dicermati, selalu akan berdampak buruk, namun jika dibuat seakan-akan ia memiliki kemampuan itu, maka kemampuan itu berguna untuk dimiliki.
Contohnya, seakan-akan dia memilki rasa belas kasihan, setia, berprikemanusiaan, berintegrasi, alim dan ketika dia memiliki sifat-sifat itu, dia juga mempunyai kemampuan yang lihai dimana jika ia tidak membutuhkan untuk menjadi seseorang dengan sifat-sifat yang disebutkan di atas, ia bisa dan tahu bagaimana cara merubah dirinya ke sifat-sifat yang antagonis dari yang sebelumnya.
