Ada satu tema yang ingin aku tampilkan sejak lama, diambil dari blog sebelah.
Mengenai lukisan telanjang, suatu pornografi? menggangu keimanan seseorang? etis? dsb.

Lalu jawabanku sendiri mungkin agak berlebihan. Hanya aku ambil satu contoh seorang perempuan yang pergi ke ginekolog untuk diperiksa tahunan (diperiksa apakah dia mempunyai kanker payudara, tumor di janin, apakah alat kontrasepsi yang dipakainya cocok atau tidak - hingga mempunyai efek samping, dsb.)

Bagi seorang perempuan, tidak ada yang lebih menakutkan selain pergi ke ginekolog. Malah ada satu rekan yang mengatakan, dia lebih memilih pergi ke dokter gigi daripada harus chek up ke ginekolog. Soalnya ya itu, tidak mengenakan ketika dokter melakukan citologia, wah tau sendiri deh. Untuk kaum lelaki, bersyukurlah tidak harus melalui hal ini.

Sedangkan lain halnya dengan dilukis telanjang misalnya (ini karena dikaitkan dengan tema di blog “NO Trash”, he he…) Sedangkan dilukis telanjang, tinggal telanjang, ditutup kain sedikit dan udah, tidur di sofa, diam dan tinggal dilukis. Tidak harus duduk ngangkang dan diperiksa baik janin, vagina, payudara oleh seorang dokter.

Nah, betul kan? mungkin laki-laki yang denger ini bisa merinding dan bingung.

Apakah lukisan telanjang itu pornografi? bagi saya sih, tidak. Tergantung bagaimana si pelukis itu menumpahkan keindahan tubuh wanita maupun pria ke kanvas/marmol, dsb.

Ada yang merasa terganggu melihat lukisan telanjang? ada. Orang-orang yang seumur hidupnya dididik untuk tidak melihat hal yang tidak pantas, yang menganggap tabu masalah ini.

Tabukah atau jelekkah tubuh manusia telanjang?

Jangan pikirkan pantas tidaknya lukisan itu, lebih baik berpikir, bagaimana sulitnya lukisan itu dibuat sehingga tampak sempurna. Boticelli, Miguel Angel, Goya, dan pelukis ternama lainnya hanya ada satu di dunia ini. Tidak mudah menjadi seorang pelukis ahli seperti mereka. Kalau kamu kebetulan jadi inspirasi mereka, wah…bangga donk.

Saya yakin, ada banyak perempuan yang lebih memilih dilukis telanjang daripada pergi check up ke ginekolognya. Apalagi kalau hasil lukisannya lebih bagus dari aslinya, ha ha ha….

Eh saya ingatkan juga, bagi perempuan pergi ke ginekolog setahun sekali juga penting loh! untuk kesehatan dan waspada terutama terhadap kanker dan tumor.