puisi & fiksiApril 27, 2005 4:29 pm

Lagi lagi dirimu

kau pikir menjadi misterius
membuat para gadis penasaran?
kau senang menjadi seorang yang tak diketahui pemikiranmu, maumu, kisah cintamu

jangan ketuk pintuku
kalau hanya ingin mengobrol lima menit
ngalor ngidul tanpa kejelasan
aku bukan bualan

aku tidak tertarik.
kemisteriusanmu
hanyalah angka nol

asem manis asin 3:08 pm

Langsung saja.

Tegakah kamu merajam* seseorang yang dicurigai(artinya belum tentu benar) berzinah atau berselingkuh?

Tolong jawab ya atau tidak, tanpa harus menulis alasannya, tanpa membedakan agama yang anda peluk.

Terima kasih.

*=menimpuk seseorang dengan batu hingga mati.

asem manis asin 11:26 am

Ada satu tema yang ingin aku tampilkan sejak lama, diambil dari blog sebelah.
Mengenai lukisan telanjang, suatu pornografi? menggangu keimanan seseorang? etis? dsb.

Lalu jawabanku sendiri mungkin agak berlebihan. Hanya aku ambil satu contoh seorang perempuan yang pergi ke ginekolog untuk diperiksa tahunan (diperiksa apakah dia mempunyai kanker payudara, tumor di janin, apakah alat kontrasepsi yang dipakainya cocok atau tidak - hingga mempunyai efek samping, dsb.)

Bagi seorang perempuan, tidak ada yang lebih menakutkan selain pergi ke ginekolog. Malah ada satu rekan yang mengatakan, dia lebih memilih pergi ke dokter gigi daripada harus chek up ke ginekolog. Soalnya ya itu, tidak mengenakan ketika dokter melakukan citologia, wah tau sendiri deh. Untuk kaum lelaki, bersyukurlah tidak harus melalui hal ini.

Sedangkan lain halnya dengan dilukis telanjang misalnya (ini karena dikaitkan dengan tema di blog “NO Trash”, he he…) Sedangkan dilukis telanjang, tinggal telanjang, ditutup kain sedikit dan udah, tidur di sofa, diam dan tinggal dilukis. Tidak harus duduk ngangkang dan diperiksa baik janin, vagina, payudara oleh seorang dokter.

Nah, betul kan? mungkin laki-laki yang denger ini bisa merinding dan bingung.

Apakah lukisan telanjang itu pornografi? bagi saya sih, tidak. Tergantung bagaimana si pelukis itu menumpahkan keindahan tubuh wanita maupun pria ke kanvas/marmol, dsb.

Ada yang merasa terganggu melihat lukisan telanjang? ada. Orang-orang yang seumur hidupnya dididik untuk tidak melihat hal yang tidak pantas, yang menganggap tabu masalah ini.

Tabukah atau jelekkah tubuh manusia telanjang?

Jangan pikirkan pantas tidaknya lukisan itu, lebih baik berpikir, bagaimana sulitnya lukisan itu dibuat sehingga tampak sempurna. Boticelli, Miguel Angel, Goya, dan pelukis ternama lainnya hanya ada satu di dunia ini. Tidak mudah menjadi seorang pelukis ahli seperti mereka. Kalau kamu kebetulan jadi inspirasi mereka, wah…bangga donk.

Saya yakin, ada banyak perempuan yang lebih memilih dilukis telanjang daripada pergi check up ke ginekolognya. Apalagi kalau hasil lukisannya lebih bagus dari aslinya, ha ha ha….

Eh saya ingatkan juga, bagi perempuan pergi ke ginekolog setahun sekali juga penting loh! untuk kesehatan dan waspada terutama terhadap kanker dan tumor.

perempuan 10:43 am

Tanggapan dari Ri di London pada tulisan Mix Couple:

Hm, besok hari Kartini. Mungkin karna ide emansipasi kebablasan itu yang bikin wanita muda Indonesia (nggak semua dong) makin aktif (kata lain: agresif) menwarkan dirinya seperti yang anda tulis itu?

Emansipasi sudah mendarah daging hingga terlupa kalau mungkin memang harus dirayakan.

Apa sih arti emansipasi? emansipasi itu ada karena adanya ketidakadilan yang diberlakukan kepada kaum wanita, adanya ketidaksamaan hak yang dimilik perempuan dengan laki-laki dengan alasan gender. Maka emansipasi adalah suatu pemikiran yang bertujuan menyamakan hak-hak perempuan dengan hak laki-laki, membela dan melindungi hak-hak tersebut.

Dulu, fungsi kaum wanita hanya melayani suami, hamil, mengurusi anak, masak dan urusan rumah tangga lainnya. Tidak boleh belajar di sekolah. Bahkan ada yang tidak boleh memilih calon suaminya sendiri.

Ketika wanita sudah boleh belajar, bekerja di luar rumah, ternyata ketidakadilan masih saja meliputi kaum ini.

Pertama masalah tipe pekerjaan itu, terbatas pada pekerjaan sekretaris, asisten, pelayan restaurant, pembantu rumah tangga, dst. Sekarang, kaum wanita bekerja di berbagai macam sektor yang sebelumnya didominasi kaum lelaki, di area teknik, investigasi, militer, ekonomi, hukum, dst.

Yang masih terjadi ketidakadilan mungkin di masalah gaji. Ada negara-negara di mana gaji pekerja perempuan selalu lebih rendah daripada kaum lelaki walaupun tugas dan tipe pekerjaan yang mereka lakukan tidak berbeda.

Kembali pada tanggapan posting rekan Ri di London bahwa kaum muda wanita indonesia lebih agresif menawarkan diri sejalan dengan emansipasi…

hmm….

Salah satu hal yang diinginkan para pejuang emansipasi adalah berubahnya pandangan dunia terhadap wanita, bahwa wanita bukan objek seksual, bukan objek kaum lelaki. Bahwa wanita sebagai manusia mempunyai hak, ambisi dan cita-cita dan hak-hak itu seringkali tertindas karena alasan gender/jenis kelamin.

Maka jika wanita menawarkan dirinya kepada kaum lelaki (dalam hal yang kita bicarakan sebelumnya terutama kepada para pria asing) dikaitkan dengan kemajuan hak dan peran wanita….mungkin tidak sejalan dengan ide emansipasi.

Wanita boleh menyatakan cintanya lebih dulu di hadapan seorang lelaki.
Wanita boleh mempunyai inisiatif.
Wanita boleh mempunyai tanggung jawab yang lebih besar daripada kaum lelaki.
Wanita mempunyai potensi yang sama dengan kaum lelaki sebagai seorang manusia yang memiliki kemampuan berpikir, memimpin, memutuskan, beraktivitas, dst.

Jika wanita menawarkan dirinya kepada kaum lelaki, untuk apa?

kebanyakan dari mereka menawarkan diri bukan karena cinta, namun karena melihat si lelaki yang berduit dan bermasa depan gemilang. Inilah yang sebenernya tidak sejalan dengan ide emansipasi.

Idenya adalah wanita tanpa lelaki bisa mandiri, bisa bekerja dan memenuhi kehidupannya.

Jika ada wanita yang mempunyai ide mendapatkan lelaki yang bisa menanggung hidupnya, berarti wanita itu sendiri yang tidak ingin beremansipasi dan membenarkan ide anti-emansipasi. Mengenaskan.

online