Aku kaget membaca artikel dari Kompas tentang sel induk. Katanya:
Sayangnya, karena alasan moral, banyak negara yang mengontrol ketat penelitian soal sel induk yang bersumber dari embrio ini.
Ya jelaslah ada pengawasan ketat tentang penelitian ini, apa ga nyadar toh kalau penelitian ini korbannya embrion? betul.
Kamu pikir sudah adakah kehidupan di embrion? ada banyak pro dan kontra tentang hal ini. Bagi para kaum religus, penelitian ini tidak bisa dilanjutkan karena menyangkut nyawa manusia, walaupun masih berbentuk embrion.
Memang ini suatu penemuan gemilang, yang sakit parah bisa punya kesempatan untuk terus hidup, karena organnya yang rusak akan digantikan oleh organ yang diperoleh dari sel induk suatu embrion. Setelah sel diambil, embrionnya dikemanakan?
Penelitian yang bagi masyarakat awam seperti membaca novel fiksi, tapi nyata. Dari sel induk, kamu bisa mengembangkan organ apa saja yang kamu mau, namanya sel multipotensial.
Apa sih sebenernya yang diributkan pada konflik ini?
Kali ini aku akan coba menjelaskan dan sumbernya di ambil dari: Embrios.org”
Kode genetis (DNA) pada individu suatu embrion tidak mengalami perubahan ketika embrion ini menjadi dewasa. Namun jika kita selidiki, volumen informasi yang bisa dibaca dan diekspresikan oleh DNA embrion jauh lebih besar.
1. TOTIPOTENCIALISME. ZIGOTO ATAU EMBRION UNICELULAR.
Waktu setelah terjadinya fekundasi, unisel suatu embrion - adalah unisel pertama dari individu baru, di dalam intinya ada semua informasi genetis dari seorang yang baru, yang berbeda dari orangtuanya. Unisel baru ini mempunyai kapasitas untuk berkembang menjadi seorang yang benar-benar baru. DNA embrion ini benar-benar dapat dibaca.
Contohnya, sel kulit tangan pada orang dewasa memiliki informasi yang lengkap dari seluruh tubuh orang itu, namun, yang bisa dibaca/dikodifikasi hanyalah DNA yang ada pada sel kulit itu. Informasi lainnya tidak dapat dibaca walaupun terdapat dalam sel itu.
Dalam 24 jam selanjutnya pada embrion terjadi divisi selular yang pertama, dalam fase-fase pertama, DNA zigot ini dalam kondisi murni. Maka jika kita belah secara sengaja dua sel pertama zigot, maka kita akan menemukan bahwa setiap sel akan membuat satu embrion. Sel-sel ini, yaitu sel dalam fase-fase pertama disebut sel totipotensial, dalam arti bisa membuat satu individu secara komplit.
2. Pluripotensialisme
Dalam waktu ketika embrion berkembang lebih lanjut, akan diproduksi lebih banyak lagi divisi sel-sel, sel-sel itu akan menjadi berbeda-beda sesuai dengan fungsinya masing-masing dan akan membentuk kumpulan organisme sejenis secara spesifik.
Pembedaan-pembedaan ini terjadi melalui pembelahan-pembelahan DNA di inti sel, yang membuat gen tidak bisa dibaca jika mereka tidak diperlukan untuk dibaca pada suatu sel.
Dengan cara ini, ketika embrion ada dalam fase blastocito (7-14 hari setelah fekundasi), jika kita ambil secara sengaja sel-sel dari dalam Masa selular dan lalu kita kembangkan, mereka tidak akan menjadi embrion yang komplit, namun menjadi kumpulan sel yang spesifik yang ditentukan oleh gen yang pada saat itu bisa dibaca.
Sel-sel ini yang bisa berkembang menjadi satu organ, namun tidak menjadi satu embrion yang komplit, dinamakan Pluripotensial. Juga dinamakan Sel-sel induk dari embrion/stem cell embrionarias.
Pada kelajutan divisinya, sel-sel induk embrion akan kehilangan kemampuannya membuat macam-macam jaringan pada waktu yang sama saat mereka mulai membentuk sel-sel yang spesifik.
Kumpulan sel dalam perkembangannya memiliki 2 sifat dasar: yaitu pluripotensial dan pembedaan, di mana satu sama lain bertolak belakang. Semakin banyak sifat pluripotensial yang dimilik satu sel, semakin sedikit tingkat pembedaan yang dia miliki dan sebaliknya.
Sifat pluripotensial, sifat dasar suatu sel muda atau sel yang belum mencapai pembedaan, adalah kemampuan dari satu sel untuk berubah menjadi semua kemungkinan-kemungkinan kumpulan sel/organ.
Namun, pembedaan adalah kualitas dimana satu sel memiliki satu specialisasi dalam satu tipe sel yang spesifik yang membuatnya tidak bisa berubah menjadi tipe sel yang lain yang berbeda.
Dalam embrion ada sejumlah besar sel-sel pluripotensial yang berduplikasi dengan kecepatan yang luar biasa untuk selanjutnya membuat bagian-bagian dan organ-organ yang berbeda pada satu individu.
Pada saat sel-sel ini berkembang, mulai ada perbedaan-perbedaan ke arah satu organ dan yang lain corporal, yang kemudian memproduksi suatu spesialisasi: sel itu ada pada satu tempat dan dengan satu fungsi yang konkrit.
Maka itu, ketika janin berada kira-kira pada bulan ketiga hidupnya (etapa akhir dari organogenesis), sebagian besar dari selnya telah menjadi sel-sel yang berbeda tergantung dari tipe sel yang dibutuhkan oleh tiap organ.
Setelah kelahirannya, secara praktis, semua jaringan, terutama jaringan-jaringan yang paling sering berenovasi, menyimpan satu jumlah kecil variasi dari sel-sel pluripotensial yang mampu memultiplikasikan diri dan dapat menawarkan sel-sel dengan tujuan berenovasi dan memperbaiki jaringan-jaringan dimana dia berada. Sel-sel yang memperbaiki itu yang mana diprogramasikan untuk memproduksi jaringan dimana dia berada, dinamai sel MULTIPONTENSIAL. Mereka adalah jenis sel induk yang berbeda.
3. MULTIPOTENCIALISME
Sifat ini didefinisikan seperti kapasitas untuk memproduksi sel-sel, namun hanya dari jenis sel jaringan dimana dia berada. Sel-sel ini ada, dan mereka ada kebanyakan di dalam organ-organ pada tubuh orang dewasa dan hidup bersama dengan organnya dengan sel-sel lainnya. Sel-sel ini mempunyai sifat yang khas: membuat jenis-jenis sel yang berbeda yang membangun suatu organ dimana dia berada, dengan tujuan, sebagai contoh, untuk merenovasi populasi sel yang telah berumur lanjut.
Mari kita jelaskan kejadian ini dengan satu contoh. Jantung terbuat dari kumpulan jutaan sel dari jaringan yang berbeda: sel-sel otot, sel-sel endoteliales yang membangun saluran-saluran jantung, etc.
Banyak dari sel yang kita sebutkan tadi, tidak bisa terbelah, dan jika mereka kemudian terbelah dengan sendirinya, hanya memberikan sel-sel yang sama dengan mereka. Baiklah, sekarang telah ditemukan akhir-akhir ini bahwa ada sel-sel pada jantung - sel induk jantung, yang hidup bersama dengan sel-sel yang telah disebutkan diatas.
Sel induk ini mempunyai kemampuan untuk membelah diri dan membentuk sel-sel yang tersebut sebelumnya. Sel-sel ini, beberapa orang menyebutnya dengan Multipotensial, karena kemampuannya membuat sel-sel organ di mana dia berada.
Penulis lainnya menamai sel-sel ini sebagai sel induk dewasa, sel induk ORGAN- SPESIFIK, untuk membedakannya dari sel induk embrion. Pada kasus dimana terjadi serangan jantung kecil, sel-sel ini bisa menutup daerah yang terserang dengan sel induk jantung dan endoteliales yang dibuat olehnya. Sel-sel induk ini juga ditemui pada organ-organ lainnya: otak, hati, kulit, retina, tulang belakang…
Kemampuan sel-sel induk dewasa untuk memperbaiki daerah yang rusak sangat terbatas, hanya dapat memperbaiki daerah serangan jantung kecil. Pada daerah besar dari serangan jantung tidak bisa menerima perbaikan yang berasal dari sel-sel induk ini.
Tulang belakang adalah organ yang paling terkenal fungsi sel-sel induknya, sebagai sumber yang tak kan habis untuk regenerasi dari poblasi-poblasi sel-sel darah (sel darah merah, leucositos, …), dan yang mana kita lihat sekarang, juga organ-organ tubuh lainnya.
Alternatif lain daripada mengkorbankan para embrion adalah penggunaan sel induk dewasa. Yang didapat dari tulang sumsum belakang dan tali pusar bayi yang baru lahir.
Kontinyu?

tolong pengerian embrion
Comment by zie — September 22, 2007 @ 1:30 pm
apa saja macam-macam sel dan jaringan penyusun kulit pada hewan dan manusia
Comment by siti — October 20, 2008 @ 9:28 am