Pertama, ada temen yang ditinggal pacarnya yang akan kawin sama lelaki tua, temen itu akhirnya bisa ditebak, kusut, depresi, dan belum bisa melupakan apa yang diperbuat kekasihnya.

Temanku yang satu lagi, akan menikah dalam waktu dekat dibawah ancaman orang yang mencintai dirinya. Sebetulnya temanku tidak mencintai orang itu, namun karena orang itu sudah menemani dia sejak lama, maka temanku merasa berhutang budi. Sebenernya temenku itu mencintai orang yang lain. Namun si orang pertama itu mengancam akan bunuh diri jika temanku tidak menikah dengannya. Temanku merasa terancam, begitu juga orang yang dicintainya.
Solusi akhir: dia akan menikah dengan orang yang tidak dicintainya, katanya itung-itung ibadah. Loh?

Memang manusia itu mahluk yang sangat kompleks. Namun bila kita telaah, bila kita menjauhi bumi, melihat manusia itu dari kejauhan, manusia sama halnya dengan binatang dan tumbuhan, hanyalah suatu materi hidup yang sebagian besar terbuat dari materi C (carbon) dan air (H2O), hanya saja manusia dikaruniai volumen otak yang lebih besar daripada kedua mahluk hidup sebelumnya.

Cinta hanyalah suatu perasaan. Perasaan adalah titik lemah manusia. Namun disitulah seringkali kita diserang.

Perasaan benci bisa mengakibatkan peperangan, pembunuhan, kekerasan.
Perasaan cinta yang berlebihan, mengakibatkan mungkin kegilaan, kekerasaan dan lagi-lagi kesombongan.

Siapakah orang itu yang berani mengancam akan membunuh dirinya jika ia tidak menikah dengan temanku itu?
Dia tidak berhak berbuat seperti itu. Secara rasional, bagaimana kau menikahi orang yang tidak mencintai dirimu?

Ke dua yang paling parah, bagaimana kau bisa membunuh dirimu? kehidupan adalah suatu karunia dari Yang Maha Kuasa, sepelik dan sejelek apapun kehidupan itu, walaupun kehidupan seringkali kita alami tanpa arti. Namun bukan hak kita membunuh diri kita sendiri hanya karena kekacauan yang ada dalam batin dan otak kita.

Terkadang dalam hidup logika dan pikiran jernih harus bisa mengontrol perasaan dan hati.

Kalau tidak, mungkin aku sudah akan menghubungi pembunuh bayaran untuk membunuh orang yang menipuku.

Kalau tidak mungkin rumahku sudah dipenuhi anjing-anjing yang terlantar, namun pikiran jernih mengatakan: 2 anjing sudah cukup. Ha ha ha….

Ehm..well, back to the subject.

Aku sendiri tidak mau berkomentar tentang hal ini, dan tidak bisa memberikan solusi.

Mungkin untuk teman yang pertama, ya bersabar saja, dendam itu akan hilang/terlupakan seiring dengan waktu.

Untuk teman yang kedua, masih aku tunggu beritanya. Mudah-mudahan Yang Maha Kuasa memberikan jalan dan bantuan untuk dirimu.

Yang jelas perasaan cinta adalah karunia dari Yang Maha Kuasa, maka gunakanlah sebaik-baiknya dan berikanlah secara merata kepada mahluk-mahluk di sekelilingmu.