asem manis asinApril 18, 2005 1:19 pm

Baru-baru ini ada berita kambing berkaki tiga di Bogor. Ada juga kambing tanpa kepala. Ada pula sapi berkepala dua.

Yang jelas mutasi-mutasi yang dialami binatang-bintang ini masih dianggap sesuatu yang super aneh oleh masyarakat awam di negara kita.

Dengan cepat berita keanehan itu akan tersebar, dan berbondong-bondong orang-orang akan datang melihat binatang yang malang itu.

Lucunya, kata si pemilik kambing berkaki tiga, ‘Kambing ini hanya suka roti dan kerupuk’

Alah alah…..aku jadi tersenyum-senyum membaca berita ini.

Dulu, jaman aku SD, kebetulan aku tinggal di daerah ciputat. Nah, di Danau Situ Gintung, terjadi perpindahan tanah, entah tidak jelas apa beritanya. Saya pikir adanya tanah yang mengapung di air, seperti pulau kecil.
Yang jelas satu kampung geger, padahal beritanya tidak jelas, keanehannya tidak jelas pula.

Akupun jadi penasaran dan ikut-ikutan mengunjugi tempat itu. Walhasil aku tidak berhasil melihat apapun sanking banyaknya “peziarah” di tempat itu.

Mungkin pendidikan di negara kita masih menyentuh hal-hal yang superficial dan yang tidak berguna. Mungkin juga masih kuatnya budaya tahayul dan yang berbau mistik.

Yang salah terkadang massmedia yang mengebar-geborkan berita tak berfondasi. Kali ini Kompas menyisipkan penjelasan seorang ahli biologi. Dan masalah selera makanan si kambing itu, ya salah pemiliknya yang kebiasaan ngasih kerupuk dan roti, bukan suatu keanehan.

Mutasi terjadi ketika terjadi kesalahan dalam penyalinan rantai-rantai genetis itu. Mungkin akan aku bahas lain kali. Sambil mengulang-ulang pelajaran yang lalu….

ttd.
Kambing berkaki tiga
:))

yang patetic 12:58 pm

Munafik kalau di post aku membela kehidupan di atas segalanya.

Memang dulu aku seringkali berucap: “God I wanna die”, “God, let me die”, “God, please kill me. My life has no sense”.

Ataupun pernah juga otakku berpikir: “Sampai di sini saja, aku ingin berhenti berfungsi untuk selamanya”.

Ada perasaan ingin berhenti, meninggalkan semuanya. Ada perasaan hanya ingin menjadi serpihan-serpihan abu. Ingin menjadi atom-atom tanpa nama.

Namun kini fase itu telah aku lewatkan. Entah, mungkin ada materi positif yang menyentuh otakku.

Kini telah kulewati fase ingin bunuh diri. Telah kulewati fase keinginan untuk mati dan berhenti berfungsi.

Entah fase apalagi selanjutnya?

cinta 12:44 pm

Pertama, ada temen yang ditinggal pacarnya yang akan kawin sama lelaki tua, temen itu akhirnya bisa ditebak, kusut, depresi, dan belum bisa melupakan apa yang diperbuat kekasihnya.

Temanku yang satu lagi, akan menikah dalam waktu dekat dibawah ancaman orang yang mencintai dirinya. Sebetulnya temanku tidak mencintai orang itu, namun karena orang itu sudah menemani dia sejak lama, maka temanku merasa berhutang budi. Sebenernya temenku itu mencintai orang yang lain. Namun si orang pertama itu mengancam akan bunuh diri jika temanku tidak menikah dengannya. Temanku merasa terancam, begitu juga orang yang dicintainya.
Solusi akhir: dia akan menikah dengan orang yang tidak dicintainya, katanya itung-itung ibadah. Loh?

Memang manusia itu mahluk yang sangat kompleks. Namun bila kita telaah, bila kita menjauhi bumi, melihat manusia itu dari kejauhan, manusia sama halnya dengan binatang dan tumbuhan, hanyalah suatu materi hidup yang sebagian besar terbuat dari materi C (carbon) dan air (H2O), hanya saja manusia dikaruniai volumen otak yang lebih besar daripada kedua mahluk hidup sebelumnya.

Cinta hanyalah suatu perasaan. Perasaan adalah titik lemah manusia. Namun disitulah seringkali kita diserang.

Perasaan benci bisa mengakibatkan peperangan, pembunuhan, kekerasan.
Perasaan cinta yang berlebihan, mengakibatkan mungkin kegilaan, kekerasaan dan lagi-lagi kesombongan.

Siapakah orang itu yang berani mengancam akan membunuh dirinya jika ia tidak menikah dengan temanku itu?
Dia tidak berhak berbuat seperti itu. Secara rasional, bagaimana kau menikahi orang yang tidak mencintai dirimu?

Ke dua yang paling parah, bagaimana kau bisa membunuh dirimu? kehidupan adalah suatu karunia dari Yang Maha Kuasa, sepelik dan sejelek apapun kehidupan itu, walaupun kehidupan seringkali kita alami tanpa arti. Namun bukan hak kita membunuh diri kita sendiri hanya karena kekacauan yang ada dalam batin dan otak kita.

Terkadang dalam hidup logika dan pikiran jernih harus bisa mengontrol perasaan dan hati.

Kalau tidak, mungkin aku sudah akan menghubungi pembunuh bayaran untuk membunuh orang yang menipuku.

Kalau tidak mungkin rumahku sudah dipenuhi anjing-anjing yang terlantar, namun pikiran jernih mengatakan: 2 anjing sudah cukup. Ha ha ha….

Ehm..well, back to the subject.

Aku sendiri tidak mau berkomentar tentang hal ini, dan tidak bisa memberikan solusi.

Mungkin untuk teman yang pertama, ya bersabar saja, dendam itu akan hilang/terlupakan seiring dengan waktu.

Untuk teman yang kedua, masih aku tunggu beritanya. Mudah-mudahan Yang Maha Kuasa memberikan jalan dan bantuan untuk dirimu.

Yang jelas perasaan cinta adalah karunia dari Yang Maha Kuasa, maka gunakanlah sebaik-baiknya dan berikanlah secara merata kepada mahluk-mahluk di sekelilingmu.

asem manis asin 10:43 am

Musim semi di mana cuaca ga jelas mengarah ke mana, musim di mana orang-orang selalu memakai baju yang salah. Kemarin-kemarin kelihatannya cerah walaupun terkadang ada angin dingin, hari ini aku pikir cuaca akan membaik, ternyata pagi ini malah mendung dan dingin, payahnya aku cuma membawa jaket jeans.

Gimana ya? serba salah, di jalan kedinginan, masuk subway keringetan, serasa masuk kamar uap. Bawa payung ga hujan, ngga bawa payung, hujan lebat.

Hari ini pertama kalinya aku mencoba untuk naik bis. Penuh sesak. Entah enakan mana? jalan kaki 15 menit atau naik ke dalam bis yang penuh sesak 15 menit?

Yang jelas besok aku mau datang terlambat. Ngga enak jadi orang yang tepat waktu.

Di dunia ini hanya terdapat 2 jenis orang:
1. Yang menipu
2. Yang tertipu

hua ha ha… :) )

Dosa yang paling sering dilakukan umat manusia? kesombongan.

Kesombongan, tulisannya dibaca orang. Kesombongan, merasa dirinya yang paling…Kesombongan, karena memiliki kekuasaan, harta. Kesombongan, karena fisiknya yang paling sempurna.

Apakah suatu kebetulan di antara ratusan juta materi yang tercipta di angkasa, hanya Bumi planet yang bisa ditinggali oleh mahluk hidup? kebetulan atau kesengajaan yang dibuat oleh sesuatu yang Maha Kuat?

online