Revolusi Pembantu Rumah Tangga
Ibuku dan ibu ibu wanita karir lainnya berhasil membesarkan anak-anaknya terima kasih atas bantuan dari para Pembantu Rumah Tangga.
Siapakah sebenarnya atau bagaimana profil para Pembantu Rumah Tangga? (mari kita singkat menjadi: PRT). Sebagian besar dari mereka adalah: Wanita, dari berbagai usia, berasal dari desa-desa kecil di Jawa, dari kalangan sosial menengah ke bawah, kebanyakan berpendidikan hanya sampai sekolah dasar.
Kondisi bekerja sebagai PRT di negara kita sangat buruk: tanpa kontrak, tanpa jam kerja yang jelas, tanpa adanya limitasi pekerjaan, gaji yang rata-rata kecil, hari libur yang tidak jelas, dst.
Namun mengarah ke tahun 90-an, banyak wanita-wanita muda di desa yang memilih bekerja sebagai buruh di pabrik-pabrik daripada bekerja di rumah-rumah orang kaya di kota besar. Mereka mulai mengerti dan menuntut akan haknya, kondisi kerja yang sedikit lebih baik.
Terkadang banyak wanita kalangan atas yang mengeluh susah mencari pembantu, termasuk ibu saya sendiri.
Namun sebenernya ini adalah kemajuan, walaupun mungkin tidak sepenuhnya.
Bekerja di pabrik pun gajinya kecil, namun setidaknya ada jam kerja, dan setelah itu mereka bisa pulang ke rumahnya masing-masing.
Satu fenomena PRT lainnya adalah menjadi PRT di negri orang. Dalam hal ini mereka lebih lemah lagi kondisinya daripada PRT yang ada di Indonesia. Mungkin gaji mereka relatif lebih besar, namun jika nasib sial mendapatkan majikan yang kejam, kondisi mereka sangat mengenaskan.
PRT adalah sumber daya manusia yang cukup potensial. Tugas-tugas PRT sangat luas, sehingga, tidak bisa disebut pembantu, namun mungkin lebih cocok menjadi: pegawai rumah tangga. Karena tugas-tugas rumah tangga semuanya dilimpahkan kepada mereka, termasuk mengasuh dan mendidik anak -anak majikannya.
Sedihnya, begitu murahnya sumber daya manusia di negara kita hingga mungkin kondisi para PRT akan terus dalam posisi lemah. Padahal sebagian besar PRT adalah wanita. Wanita adalah potensi pekerja yang gemilang.
Bersyukurlah jika anda mampu menggaji pembantu, hargailah jerih payah mereka. Hargailah atas keinginan mereka yang mau menjadi pembantu.
Potensi mereka sebenernya terhalang. Bekerja di dalam rumah seseorang menghalangi mereka untuk belajar lebih lanjut, berkembangnya potensi mereka tergantung akan kebijakan majikan mereka.
Bahkan menjadi pembantu terkadang menghalangi sosialisasi mereka. Biasanya mereka berhenti menjadi pembantu ketika akan melaksanakan pernikahan. Biasanya dengan tabungan mereka selama menjadi PRT, mereka akan membuka usaha sendiri di desa.
PRT adalah bentuk dari perbudakan. Seringkali para PRT dianggap orang-orang kelas bawah, tak berpendidikan, hak mereka tergantung kepada kebaikan majikan dan pandangan terhadap mereka tidak begitu baik. Kebanyakan majikan menganggap PRT adalah hak milik mereka - seperti halnya budak di peradaban yang jauh ke belakang
Mungkin masih merupakan utopia di mana suatu saat nanti hak-hak mereka akan dilindungi atau diperbaiki. Tentunya hak-hak sosial suatu negara akan mengalami perbaikan sejalan dengan kemajuan negara tersebut.
Let’s hope and wait!

Salam kenal ,
Saya senang ada yang peduli sama ( PRT ) jadi (PRT ) begitu susahnya karena belum tentu ada majikan baik sama pembatunya. Padahal bekerja pagi sampai malam gajinya juga kecil, dan belum tetu majikan senang .
Comment by Ani Sammy — May 5, 2005 @ 7:44 pm
Terus berjuang, semoga suatu hari anda akan mendapatkan masa depan yang lebih baik.
salam kenal juga, trims udah mampir ke sini.
Comment by Administrator — May 9, 2005 @ 9:31 am
thank’s God aku dapet juga info buat skripsiku yang ngangkat kehidupan pembantu rumah tangga di Indonesia. thank’s masukannya,moga2 masih banyak orang yang care sama kehidupan sosial “orang2 bawah”.
Comment by nana — September 14, 2006 @ 11:00 am
Akhirnya, peran PRT dalam kehidupan kita, dapat tanggapan dalam masyrakat. Sedih sekali sewaktu saya mendengar berita bahwa banyak PRT yang disiksa oleh majikannya, ada yang tidak pernah diberi gaji bahkan sampai ada yang tidak diberi makan. Saya sangat prihatin karena saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana tante kos teman saya memperlakukan PRT nya dgn tidak manusiawi. Padahal mereka jg manusia seperti kita. Semoga semua orang menjadi semakin sadar.Thanks.
Comment by Gunawan — April 23, 2008 @ 1:56 pm
waahhh… kalau jadi mereka aku pasti akan minta keadilan… nggak fair dong, kalau PRT disiksa kayak gitu. Emang mereka binatang? Mereka juga manusia, sama seperti kita. Gitu deh kalo orang kaya, suka merendahkan martabat orang lain, terutama yang kelas proletar……… terus berjuang ya, PRT yang tertindas. Tuhan menyertai kalian, kok. Tuhan tahu siapa yang sengsara. Aku selalu doain kalian biar kalian ngedapetin keadilan yang semestinya
caioooooo
Comment by nia — September 4, 2008 @ 9:38 am