Bodoh atau pintar yang akan saya bahas adalah relatif. Mungkin ada banyak orang yang punya situasi sama seperti saya, dimana perusahaan di mana tempat anda bekerja tidak mempunyai volumen pekerjaan yang cukup hingga dapat menyibukkan diri anda dengan aktivitas-aktivitas yang tidak membosankan.
(Yang membosankan bagi saya contohnya: ngetem di Internet setiap hari).
Begitulah, sudah hampir 4 tahun saya bekerja di perusahaan yang sama, namun volumen pekerjaan tidak bisa dibilang banyak. Malah, pertama kali masuk saya malah minta kepada boss saya untuk diberi pekerjaan yang banyak. Boss saya sudah semaksimal mungkin membuat saya sibuk, namun pada akhirnya dia sendiri tidak tahu lagi harus memberi pekerjaan apa.
Begitu juga halnya dengan beberapa rekan kerja kami. Toh ada juga yang memanfaatkan situasi ini untuk menelpon sana sini, pergi ke luar untuk urusan pribadi dan sebagainya.
Terkadang ketika jenuh saya ingin keluar saja dan mencari pekerjaan yang baru, tapi bayaran saya di perusahaan ini termasuk di atas standar, kalau saya keluar, saya tidak akan pernah menemukan perusahaan yang akan membayar sebagus perusahaan tempat saya bekerja sekarang.
Namun, kalau terus mempertahankan pekerjaan ini, tidak ada tantangan maupun pengalaman baru yang memperkaya saya secara profesional.
Maka kalau saya keluar dari perusahaan ini saya memutuskan hal yang bodoh dan bertahan dalam kejenuhan adalah keputusan yang pintar. Begitulah, aneh memang kedengarannya.
Perusahaan kami berada di bawah perusahaan multinasional perancis yang besar dan berkembang pesat. Jumlah pegawai di perusahaan kami hanyalah sedikit, tidak lebih daripada 15 orang.
Sebetulnya perusahaan ini sudah akan ditutup sekitar 6 - 7 tahun yang lalu, namun karena orang-orang di atas sana sibuk dan ada banyak perusahaan-perusahaan sub yang harus ditangani, akhirnya mereka melupakan kami. Mereka lupa bahwa kami exist.
Ya, senyum saja, kenyataannya memang begitu. Kami-kami di sini tentu saja lega, karena semakin lama perusahaan ini bertahan, akan semakin susah bagi mereka menutup perusahaan kami - mengertilah, dalam tema pembayaran ganti rugi, semakin lama seseorang mengabdi di suatu perusahaan, pesangonnya akan semakin besar. Jadi tentunya mereka akan mikir-mikir sebelum menutup perusahaan ini.
Bagi banyak orang, perusahaan kami adalah perusahaan yang ada karena bertahan hidup. Kami memberikan servis Internet dan Email, jaringan koneksi, pembelian lisensi software kepada perusahaan-perusahan yang dimilik perusahaan “bapak” kami yang tersebar di seluruh dunia.
Begitulah, saya tahu kalau saya keluar dari sini saya akan menemukan pekerjaan yang mungkin bervolumen banyak juga menarik, namun dengan gaji yang jauh lebih kecil dan mungkin lingkungan yang tidak sebagus di sini.
Maka saya mencoba bertahan dalam kejenuhan, sambil belajar, membaca dan mengisi blog tercinta.
Peace!
