Imperio/sejarahApril 28, 2005 2:32 pm

Diambil dari buku yg berjudul “El Príncipe” dari Maquiavelo (ahli politik dan strategi italia pada abad XV). Saya terjemahkan “El principe” yang bisa berarti:

1. Yang pertama dan terbaik, yang berkuasa/lebih tinggi derajatnya dari pada yang lain-lain
2. Pangeran

Setelah berdikusi terjemahan yang benar adalah “Pangeran”, karena pada jaman tersebut, Maquiavelo menulis buku ini untuk para pangeran di Itali (khususnya keluarga Medici) yang mana hanya titel merekalah yang bisa membawa mereka ke tampuk pemerintahan.

Baik mari kita mulai terjemahkan intisari dari buku ini.

Bertahan terhadap perubahan-perubahan
Masyarakat hidup tenang jika mereka dibiarkan hidup dengan cara tradisional.
Ketidakpercayaan masyarakat membuat mereka tidak pernah percaya akan sesuatu yang baru sampai mereka betul-betul mendapatkan pengalaman dengan sesuatu itu.
Sifat masyarakat sangat sedikit statis: hasilnya sangat gampang meyakinkan mereka tentang sesuatu, namun sangat sulit mempertahankan mereka dalam keyakinan tersebut.

Balas dendam
Masyarakat seharusnyalah dimanja atau diinjak, karena mereka akan membalas dendam dari penindasan yang ringan, namun dari penindasan yang keji, mereka tidak dapat. Penghinaan yang dijatuhkan kepada seseorang seharusnya sebegitunya hingga tidak ada kesempatan untuk takut dari pembalasan dendamnya.

Ketika memulai peperangan
Seharusnya jangan sampai dibolehkan memperpanjang masalah untuk menghindari suatu perang karena jika perang tidak dihindari, namun diundur-undur, kerugian akan berada dipihakmu.

Menirukan orang-orang ternama
Seseorang yang mawas diri seharusnya berjalan di jalur yang telah dilewatkan orang-orang ternama dan meniru mereka yang keluar secara gemilang di atas orang-orang yang lain, dengan tujuan, walaupun kebaikannya (tujuan baiknya) tidak tercapai, paling tidak tertinggal wanginya.

Upah-upah
Barang siapa yang berpikir bahwa upah-upah yang baru akan melupakan masyarakat dari ketikadilan yang lalu dimana mereka menjadi korbannya, mereka itulah yang menipu diri sendiri.

Kekejaman
Kita bisa menggunakan kekejaman secara baik atau buruk.
Penggunaan yang baik (jika ia berasal dari keburukan, maka adil jika disebut baik) dari kekejaman adalah yang dilakukan satu kali saja dan sekali waktu, supaya meyakinkan , dan seterusnya tidak memaksakan cara ini terus menerus, namun akan berubah menjadi sesuatu yang mungkin paling berguna bagi para bawahan.

Penggunaan yang buruk, adalah kekejaman yang mempunyai sedikit alasan, yang terus bertambah sejalan dengan waktu dimana seharusnya kekejaman itu berkurang.
(more…)

puisi & fiksiApril 27, 2005 4:29 pm

Lagi lagi dirimu

kau pikir menjadi misterius
membuat para gadis penasaran?
kau senang menjadi seorang yang tak diketahui pemikiranmu, maumu, kisah cintamu

jangan ketuk pintuku
kalau hanya ingin mengobrol lima menit
ngalor ngidul tanpa kejelasan
aku bukan bualan

aku tidak tertarik.
kemisteriusanmu
hanyalah angka nol

asem manis asin 3:08 pm

Langsung saja.

Tegakah kamu merajam* seseorang yang dicurigai(artinya belum tentu benar) berzinah atau berselingkuh?

Tolong jawab ya atau tidak, tanpa harus menulis alasannya, tanpa membedakan agama yang anda peluk.

Terima kasih.

*=menimpuk seseorang dengan batu hingga mati.

asem manis asin 11:26 am

Ada satu tema yang ingin aku tampilkan sejak lama, diambil dari blog sebelah.
Mengenai lukisan telanjang, suatu pornografi? menggangu keimanan seseorang? etis? dsb.

Lalu jawabanku sendiri mungkin agak berlebihan. Hanya aku ambil satu contoh seorang perempuan yang pergi ke ginekolog untuk diperiksa tahunan (diperiksa apakah dia mempunyai kanker payudara, tumor di janin, apakah alat kontrasepsi yang dipakainya cocok atau tidak - hingga mempunyai efek samping, dsb.)

Bagi seorang perempuan, tidak ada yang lebih menakutkan selain pergi ke ginekolog. Malah ada satu rekan yang mengatakan, dia lebih memilih pergi ke dokter gigi daripada harus chek up ke ginekolog. Soalnya ya itu, tidak mengenakan ketika dokter melakukan citologia, wah tau sendiri deh. Untuk kaum lelaki, bersyukurlah tidak harus melalui hal ini.

Sedangkan lain halnya dengan dilukis telanjang misalnya (ini karena dikaitkan dengan tema di blog “NO Trash”, he he…) Sedangkan dilukis telanjang, tinggal telanjang, ditutup kain sedikit dan udah, tidur di sofa, diam dan tinggal dilukis. Tidak harus duduk ngangkang dan diperiksa baik janin, vagina, payudara oleh seorang dokter.

Nah, betul kan? mungkin laki-laki yang denger ini bisa merinding dan bingung.

Apakah lukisan telanjang itu pornografi? bagi saya sih, tidak. Tergantung bagaimana si pelukis itu menumpahkan keindahan tubuh wanita maupun pria ke kanvas/marmol, dsb.

Ada yang merasa terganggu melihat lukisan telanjang? ada. Orang-orang yang seumur hidupnya dididik untuk tidak melihat hal yang tidak pantas, yang menganggap tabu masalah ini.

Tabukah atau jelekkah tubuh manusia telanjang?

Jangan pikirkan pantas tidaknya lukisan itu, lebih baik berpikir, bagaimana sulitnya lukisan itu dibuat sehingga tampak sempurna. Boticelli, Miguel Angel, Goya, dan pelukis ternama lainnya hanya ada satu di dunia ini. Tidak mudah menjadi seorang pelukis ahli seperti mereka. Kalau kamu kebetulan jadi inspirasi mereka, wah…bangga donk.

Saya yakin, ada banyak perempuan yang lebih memilih dilukis telanjang daripada pergi check up ke ginekolognya. Apalagi kalau hasil lukisannya lebih bagus dari aslinya, ha ha ha….

Eh saya ingatkan juga, bagi perempuan pergi ke ginekolog setahun sekali juga penting loh! untuk kesehatan dan waspada terutama terhadap kanker dan tumor.

perempuan 10:43 am

Tanggapan dari Ri di London pada tulisan Mix Couple:

Hm, besok hari Kartini. Mungkin karna ide emansipasi kebablasan itu yang bikin wanita muda Indonesia (nggak semua dong) makin aktif (kata lain: agresif) menwarkan dirinya seperti yang anda tulis itu?

Emansipasi sudah mendarah daging hingga terlupa kalau mungkin memang harus dirayakan.

Apa sih arti emansipasi? emansipasi itu ada karena adanya ketidakadilan yang diberlakukan kepada kaum wanita, adanya ketidaksamaan hak yang dimilik perempuan dengan laki-laki dengan alasan gender. Maka emansipasi adalah suatu pemikiran yang bertujuan menyamakan hak-hak perempuan dengan hak laki-laki, membela dan melindungi hak-hak tersebut.

Dulu, fungsi kaum wanita hanya melayani suami, hamil, mengurusi anak, masak dan urusan rumah tangga lainnya. Tidak boleh belajar di sekolah. Bahkan ada yang tidak boleh memilih calon suaminya sendiri.

Ketika wanita sudah boleh belajar, bekerja di luar rumah, ternyata ketidakadilan masih saja meliputi kaum ini.

Pertama masalah tipe pekerjaan itu, terbatas pada pekerjaan sekretaris, asisten, pelayan restaurant, pembantu rumah tangga, dst. Sekarang, kaum wanita bekerja di berbagai macam sektor yang sebelumnya didominasi kaum lelaki, di area teknik, investigasi, militer, ekonomi, hukum, dst.

Yang masih terjadi ketidakadilan mungkin di masalah gaji. Ada negara-negara di mana gaji pekerja perempuan selalu lebih rendah daripada kaum lelaki walaupun tugas dan tipe pekerjaan yang mereka lakukan tidak berbeda.

Kembali pada tanggapan posting rekan Ri di London bahwa kaum muda wanita indonesia lebih agresif menawarkan diri sejalan dengan emansipasi…

hmm….

Salah satu hal yang diinginkan para pejuang emansipasi adalah berubahnya pandangan dunia terhadap wanita, bahwa wanita bukan objek seksual, bukan objek kaum lelaki. Bahwa wanita sebagai manusia mempunyai hak, ambisi dan cita-cita dan hak-hak itu seringkali tertindas karena alasan gender/jenis kelamin.

Maka jika wanita menawarkan dirinya kepada kaum lelaki (dalam hal yang kita bicarakan sebelumnya terutama kepada para pria asing) dikaitkan dengan kemajuan hak dan peran wanita….mungkin tidak sejalan dengan ide emansipasi.

Wanita boleh menyatakan cintanya lebih dulu di hadapan seorang lelaki.
Wanita boleh mempunyai inisiatif.
Wanita boleh mempunyai tanggung jawab yang lebih besar daripada kaum lelaki.
Wanita mempunyai potensi yang sama dengan kaum lelaki sebagai seorang manusia yang memiliki kemampuan berpikir, memimpin, memutuskan, beraktivitas, dst.

Jika wanita menawarkan dirinya kepada kaum lelaki, untuk apa?

kebanyakan dari mereka menawarkan diri bukan karena cinta, namun karena melihat si lelaki yang berduit dan bermasa depan gemilang. Inilah yang sebenernya tidak sejalan dengan ide emansipasi.

Idenya adalah wanita tanpa lelaki bisa mandiri, bisa bekerja dan memenuhi kehidupannya.

Jika ada wanita yang mempunyai ide mendapatkan lelaki yang bisa menanggung hidupnya, berarti wanita itu sendiri yang tidak ingin beremansipasi dan membenarkan ide anti-emansipasi. Mengenaskan.

perempuan, pasanganApril 26, 2005 2:19 pm

Sedih memang jika seorang perempuan memutuskan untuk mempunyai bayi sebelum umur menebas lehernya. Seperti diriku. Tidak munafik untuk menyadari hal ini.

Betul. Mulai tahun ini aku memutuskan mencoba untuk hamil.

Namun ternyata, keinginan akan datangnya seorang anak telah merubah diriku sejak detik pertama aku putuskan untuk mempunyai seorang anak. Ilusi menggendong mahluk kecil yang akan berasal dari diri dan pasanganmu. Emosi, dan berubahnya perbincangan antara suami dan istri ketika berbicara tentang proyek yang comun, umum dan melibatkan kedua belah pihak.

Seakan perempuan dan laki-laki saat itu berbicara dalam bahasa yang sama dan saling mengerti.

Keinginan akan datangnya seorang manusia kecil bisa mengisi hari-hari kami dengan perbincangan yang menyenangkan, timbulnya rencana dan ide-ide gemilang, warna-warna yang tidak pernah sebelumnya dibicarakan, ilusi untuk terus hidup dan berjuang.

Suatu enerji yang mengisi tubuh ini untuk terus melalui kehidupan dengan suatu arti yang alternatif.
Namun bisa mengimbangi motivasi untuk berjuang menghadapi kehidupan, menyalurkan ide dan pengetahuan kita kepada mahluk yang akan kita jaga, kembangkan, didik dan tentu yang paling kita sayangi.

Mungkin sudah saatnya, mungkin keputusan ini berasal dari mekanisme dalam tubuh kita. Mungkin juga kesiapan dan kedewasaan diri kita, juga dia dan aku sebagai satu tim, pasangan yang boleh dibilang stabil.

Hanya aku harapkan karuniaNya dan pertolonganNya.

Selebihnya, biar alam yang berbicara.

Untuk anakku dimanapun kau berada, kami siap akan kedatanganmu.
:)

puisi & fiksi 1:45 pm

hidup bukan cuma makan minum
bukan cuma nafsu
bukan pakaian apa yang dipakai
bukan apa saja yang kita miliki
bukan pula pahala yang dengan lelah bisa dikumpulkan

hidup bisa berarti
menjadi seorang teman yang terbaik
pemimpin yang arif
pelindung mahluk yang lemah

jika hidup hampa
hanya ada tubuh atau mesin

jika hidup tanpa arti
hanya ada jiwa yang sakit

puisi & fiksi 11:49 am

Kau pikir aku masih mencintaimu
kau pikir aku sedih ketika berita itu datang
kau pikir aku menderita karena tak dapat memilikimu

oh sayangku
andai kau lihat wajahku saat kita berbicara
ada senyum dan tawa
karena kenarcisan dirimu…
melampaui segalanya
bahkan dirimu sendiri

namun
kunikmati momen ini
ketika kau berpikir semua itu
dan upayamu agar aku bahagia

sesungguhnya narcismu dahagaku
tayangan humor hari-hariku

ngelmu ah..April 21, 2005 11:33 am

Aku kaget membaca artikel dari Kompas tentang sel induk. Katanya:

Sayangnya, karena alasan moral, banyak negara yang mengontrol ketat penelitian soal sel induk yang bersumber dari embrio ini.

Ya jelaslah ada pengawasan ketat tentang penelitian ini, apa ga nyadar toh kalau penelitian ini korbannya embrion? betul.

Kamu pikir sudah adakah kehidupan di embrion? ada banyak pro dan kontra tentang hal ini. Bagi para kaum religus, penelitian ini tidak bisa dilanjutkan karena menyangkut nyawa manusia, walaupun masih berbentuk embrion.

Memang ini suatu penemuan gemilang, yang sakit parah bisa punya kesempatan untuk terus hidup, karena organnya yang rusak akan digantikan oleh organ yang diperoleh dari sel induk suatu embrion. Setelah sel diambil, embrionnya dikemanakan?
(more…)

asem manis asinApril 19, 2005 11:53 am

Seorang teman baru saja berlibur ke Roma, ia tak lupa mengunjungi Vatikan. Sorenya ketika mereka keluar dari Itali, Sri Paus meninggal.

Kemudian dia pergi ke Monaco. Beberapa hari setelah dia keluar dari Monaco, Raja Monaco meninggal juga.
Menantunya pun Ernesto de Hanover jatuh koma.

Aku bilang kepada temanku: “Ta, kenapa ga sekalian ke pernikahannya Charles di Inggris, siapa tau….?”
:))

Next Page »
online