Keluarga kami menguasai hampir sepertiga dari kekayaan negara “X”, nenek moyang kami adalah keluarga pendatang di negri tersebut, namun kami adalah pekerja keras hingga usaha kami melebar ke berbagai sektor.
Dari mulai warung kelontong yang berubah menjadi supermarket besar dan tersebar di seluruh provinsi, kemudian pabrik rokok kretek, sebuah hotel mewah, dan beberapa cafe di mal-mal mewah.
Kami penguasa negri ini. Anak-anak dan kerabat kami, kami kirim ke sekolah-sekolah bonafid di Eropa dan Amerika Serikat, agar mereka nantinya mampu mengangkat perusahaan dan kekuasaan kami lebih jauh dan lebih tinggi lagi.
Kami menuntut agar pegawai-pegawai kami, setidaknya lulusan S1, yah….untuk pegawai rendahan lah, contohnya coffe girl atau house keeper attendant di hotel kami. Sebetulnya, kami menuntut S2 untuk mereka. Agar kerabat-kerabat dan rekan-rekan kami yang juga kaya dan mampu seperti kami, bisa kami masukkan ke perusahaan-perusahaan kami, agar ras kami menguasai negri ini.
Mal-mal yang kami dirikan, pengunjungnya kebanyakan ras kami juga, karena hanya kamilah yang mampu membeli produk-produk impor dan segala kemewahan yang ada di dalamnya. Pribumi hanya berkunjung untuk makan dan minum, sambil melihat-lihat produk yang dia pikir mampu untuk dibeli.
Begitulah, bisnis dan kekayaan adalah hal yang terpenting dalam hidup kami. Kami akan mengisolasi pribumi dengan menaikkan standar-standar yang ada, terutama edukasi.
Yang lulusan SD, SMP, SMA dan madrasah akan menjadi ustad, jualan tahu di jalan dan mengamen, paling tinggi cleaning service. Untuk S1, menjadi pegawai biasa. S2 skala nasional, patut dipertimbangkan. S2 internasional, jabatan yang baik. s3 lebih bagus lagi.
Anak-anak kami dari sejak kecil sudah kami kirim ke sekolah berstandar internasional yang kami bangun sendiri khusus untuk orang-orang super kaya di negri ini. Guru-guru didatangkan dari luar, dan anak-anakpun sudah biasa menggunakan bahasa asing dari sejak kecil. Kegiatan ekstra kulikulernya pun tidak sembarangan, semua disesuaikan dengan selera barat.
Dengan uang, segalanya bisa diraih. Kami membeli kekusaan dengan uang, jerih payah kami. Kami potensi dunia. Kami terkenal pekerja keras, kami ada di seluruh penjuru dunia. Kami bekerja tiga - empat kali lipat dari penduduk bumi lainnya, harga-harga kami jauh lebih murah, upah buruh kamipun sangat murah. Saingan kami satu demi satu jatuh, kami pun membeli usaha mereka. Pada akhirnya kami menguasai bisnis apapun. Tangan-tangan kami menggenggam semua sektor. Kehidupan kami berbeda, kami ada di kelas atas, yang menguasai pribumi di bawah kami.
Dunia akan menjadi milik kami.
