Bagi seorang miskin, dia senang berpikir bahwa dalam penderitaannya ada Tuhan yang selalu mengawasi dirinya, dirinya yang patuh dan selalu menyembah Tuhan. Dirinya yang berharap, setelah akhir hidupnya dia akan masuk surga karena kealimannya, karena penderitaannya selama di dunia. Dirinya yang berpikir, biarlah di dunia ini aku miskin, toh dunia ini hanya sementara. Yang terpenting kehidupan akhir nanti.

Rakyat miskin perlu injeksi siraman rohani untuk dapat bertahan hidup di dunia yang kejam dan tanpa arti.
Rakyat miskin hanya bergantung pada satu Tuhan, Tuhan yang Maha Pemurah dan Penyanyang.

Dunia ini memalingkan dirinya dari rakyat miskin, dunia ini diperuntukkan untuk orang-orang yang punya, dunia ini surga bagi orang-orang kafir. Karena itu hanya Tuhanlah yang ingat kepadamu jika kamu selalu ingat kepadaNya.

Ingat, ingat dan ingat, tujuan kamu di dunia adalah menyembah dan mengabdi kepada Tuhan, kamu selalu dan akan selalu menjadi milikNya dan kembali kepadaNya.

Jika kamu mengharapkan surga, akan kamu dapatkan surga yang mencukupi kebutuhanmu selamanya.

Jika kamu terpeleset ke neraka, kamu akan menderita panasnya hingga setelah menjadi abu, kamu dihidupkan kembali lalu dibakar hingga menjadi abu lagi, begitu seterusnya.

Jika kamu mengharapkan Dia, kekasihmu, kamu akan bertemu denganNya segera setelah ajal menjemputmu.

Jika kamu tidak percaya keberadaanNya, setelah mati, kamu hanya menemukan kematian, kamu menjadi tidak ada.

Jika kamu percaya akan kehidupan yang lain setelah mati, maka rohmu akan pindah mungkin kamu jadi binatang, tanaman atau manusia lainnya.

Kamu apa yang kamu harapkan

Kamu apa yang kamu pikirkan

Kamu apa yang kamu kerjakan

Kamu apa yang kamu makan dan minum

Kamu hanyalah kamu dan keadaan di sekelilingmu

Kamu hanyalah relatifitas