Sedih kalau sampai percaya bahwa di dalam konsep suatu keluarga, ada konsep anak tumbal.
Kalau di jaman Inca dan Maya, ada orang tua yang menumbalkan anaknya untuk Dewa Matahari, sebetulnya di jaman sekarang konsepnya berubah.
Si anak tumbal adalah anak yang dipilih untuk bekerja keras demi membiayai adik-adiknya dan kebutuhan orang tuanya, merantau jauh. Hanya tau susahnya hidup. Hanya memikirkan kehidupan yang lebih baik untuk adik-adiknya yang mempunyai kesempatan untuk kuliah dan menikmati masa-masa indah di kampus, di kos-kos-an. Hanya tau tiap bulan musti transfer duit ke rekening ortu. Sementara mimpi-mimpi si tumbal belum tercapai, ia harus menghapusnya demi mimpi orang-orang yang lain yang “lebih penting”.
Salam untuk semua orang yang merasa jadi “tumbal”. Berjuang terus bangun mimpimu.

Nah Misalnya … Tumbal untuk mendapatkan Uang yang banyak gimana ?? … pliese di jawab ya ….
Comment by AnDree — February 22, 2007 @ 5:33 am