asem manis asinMarch 14, 2005 3:52 pm

Pernah ga kamu bangun lebih pagi dari biasanya tapi justru datang terlambat sampai di tempat kerja? mengenaskan ya? mau teriak rasanya.

Bangun pagi-pagi, mandi dan sarapan, namun ketika memakai baju yang kita pikirkan tadi malam dan bercermin….rasanya celana ini ga cocok dengan sepatunya, atau warna atasan tidak selaras dengan cardigan yang kita pakai. Akhirnya lima menit sepuluh menit sibuk gonta ganti baju sampai terasa cocok.

Setelah akhirnya cocok, kamu berlari ke luar rumah tergesa-gesa, sampai akhirnya lupa membawa makanan yang kamu siapkan untuk makan siang di kantor nanti. Padahal kamu sudah capek-capek masak semalaman. Terpaksa harus keluar uang jajan….

Ketika sampai ke jalan besar, ternyata bis yang ingin kamu naiki lima detik sebelumnya telah melewati halte kamu, hanya asapnya yang tertinggal mengebul-ngebul sampai di haltemu. Setelah menunggu bis yang selanjutnya datang, ternyata penuh….kamu yang sudah panik dan kesal, harus berdesak-desakan dengan penumpang lainnya.

Sampai di kantor, kamu merasa panas dan keringetan, juga datang terlambat. Ternyata boss dari Paris sudah menunggu di depan pintu kantor, menunggu sampai pintu kantor dibuka olehmu…Sambil tersenyum kamu berjabat tangan tapi sialnya telapak tanganmu penuh dengan keringat ha ha ha….

Well that’s a perfect day.

yang patetic 12:10 pm

Sedih kalau sampai percaya bahwa di dalam konsep suatu keluarga, ada konsep anak tumbal.

Kalau di jaman Inca dan Maya, ada orang tua yang menumbalkan anaknya untuk Dewa Matahari, sebetulnya di jaman sekarang konsepnya berubah.

Si anak tumbal adalah anak yang dipilih untuk bekerja keras demi membiayai adik-adiknya dan kebutuhan orang tuanya, merantau jauh. Hanya tau susahnya hidup. Hanya memikirkan kehidupan yang lebih baik untuk adik-adiknya yang mempunyai kesempatan untuk kuliah dan menikmati masa-masa indah di kampus, di kos-kos-an. Hanya tau tiap bulan musti transfer duit ke rekening ortu. Sementara mimpi-mimpi si tumbal belum tercapai, ia harus menghapusnya demi mimpi orang-orang yang lain yang “lebih penting”.

Salam untuk semua orang yang merasa jadi “tumbal”. Berjuang terus bangun mimpimu.

online