Me gustaría que Manuel Vicent me diera permiso para traducir este libro maravilloso en bahasa indonesia (indonesio), para compartir a los lectores de mi país de una historia de amor intenso.
Todavía no sé como pedirselo, pero mientras tanto voy a hablar de este libro para introducirlo a los lectores indonesios.
Terjemahan kutipan presentasi buku ini :
Son de Mar adalah sebuah novel cinta, dari yang tenggelam dan yang kembali. Semua yang telah mati kembali jika mereka dipanggil oleh kekasihnya dengan kekuatan semampunya. Pemeran utama di novel ini adalah seorang yang tenggelam yang kembali setelah sepuluh tahun, namun kejadian ini terjadi pula setiap hari di trotoar di kota-kota. Menurut buku petunjuk resureksi, syarat pertama yang dibutuhkan untuk kembali hidup adalah menjalankan hidup, walaupun kehidupan menenggelamkan dirimu dalam kedalaman lautan. Dalam kasus ini selalu akan ada seorang kekasih yang memanggilmu dari segala tepi dan kamu akan merasa perlu memenuhi panggilannya.
Buku ini yang dalam bahasa indonesia diterjemahkan dengan judul “Mereka dari Laut”, ditulis oleh seorang penulis dari Valencia, Manuel Vicent.
Karyanya berhasil terpilih sebagai novel terbaik dalam Penghargaan Alfaguara tahun 1999. Manuel Vicent selain penulis novel juga bekerja di surat kabar “El País”.
Novel ini berbicara tentang seorang guru filosofi (Ulises Adsura) yang mengajar di sebuah sekolah di desa nelayan, tepatnya di daerah pantai timur Spanyol.
Sehari-harinya Ulises biasa berkunjung ke sebuah rumah makan yang dimiliki oleh orang tua seorang gadis yang bernama Martina. Ulises yang sering berpartisipasi dalam pembicaraan sehari-hari para nelayan menjadi jatuh cinta kepada dunia perlautan dan bermimpi suatu hari dia akan memiliki sebuah perahu dan berlayar mencari ikan.
Di rumah makan ini juga Ulises bertemu dengan Martina, yang bekerja membantu kedua orangtuanya. Ulises biasa duduk di teras belakang rumah makan dan sehari-harinya dilayani oleh Martina yang menghidangkan makanan. Ulises pun sering berbincang-bincang dengan Martina dan menceritakan cerita-cerita Yunani kuno yang berbicara tentang dewa, monster, dan sebagainya, hingga Martina pun jatuh cinta pada mata pelajaran yang diajarkan Ulises di sekolah.
Makin lama hubungan kedua anak muda ini semakin erat, mereka sering berjalan-jalan ke bukit yang indah tak jauh dari desa dengan vespa yang dimiliki oleh Ulises. Pertama kalinya mereka bermaksud mencari mata air- sebuah leyenda yang diceritakan oleh ayahnya Martina, menurutnya, di dalam lubang mata air itu ditemukan seekor kepala kuda, yang dari atas hanya terlihat biji matanya.
Dalam pencarian, mereka menemukan sebuah gua. Bercintalah keduanya di dalam gua itu.
Dengan alasan ingin melihat mata kuda itu, Martina mengajak Ulises berjalan-jalan ke bukit itu setiap kali ia ingin bercinta dengan kekasihnya.
Martina pun akhirnya hamil, pasangan ini memutuskan untuk menikah. Namun sampai saat mereka menikah, Ulises tidak pernah mengucapkan bahwa dia mencintai Martina, sedangkan Martina sangat mencintai lelaki itu.
Hari ke hari, Ulises hanya sibuk memikirkan mimpinya menjadi seorang nelayan dan sampai pada suatu hari dia berhasil membeli sebuah perahu. Perahu yang tadinya milik Jorgito, seorang nelayan yang menderita penyakit jiwa, diperbaiki oleh Ulises dan diberi nama “Martina”. Walaupun Jorgito sudah memperingati Ulises bahwa mengganti nama suatu perahu adalah pertanda buruk, namun Ulises tidak menghiraukan peringatannya.
Ulises selalu bermimpi untuk menangkap ikan tuna, ia ingin menangkap ikan tuna yang pertama keluar pada musimnya, seperti leyenda yang diceritakan oleh para nelayan bahwa ketika ikan-ikan itu muncul, mereka bisa menyilaukan mata kita, hingga nelayan yang melihat kumpulan ikan itu secara langsung, bisa menjadi buta.
Suatu minggu pagi, Ulises pun pamit kepada Martina untuk mencari ikan, iapun meminta Martina untuk dibuatkan goreng kentang yang ia sukai untuk dimakan saat ia pulang dari berlayar nanti. Namun sejak itu Ulises tidak pernah kembali.
Ke manakah Ulises? Apakah dia pergi karena dia tidak dan tidak pernah mencintai Martina? bagaimana nasib Martina sejak ia dinyatakan janda? Apakah Ulises suatu hari akan kembali dengan ikan tuna yang dijanjikannya kepada Martina? Bagaimana akhir dari kisah cinta kedua manusia ini? adakah cinta pada akhirnya?
Manuel Vicent berhasil merangkum sebuah cerita cinta dengan sederhana namun manis dan penuh misteri. Mungkin rangkumanku tidak cukup menjelaskan kisah roman ini, maka itu aku berharap bisa menterjemahkan buku ini ke dalam bahasa indonesia untuk berbagi sebuah kisah yang menggelapkan mata para pecinta sejati.
