kamu tradisional
aku liberal
kamu religus
aku pendosa
kamu di sana
aku di sini
kamu yang tak mengerti diriku
aku yang tak mengerti dirimu
kita berbicara dengan logat yang sama
namun dengan bahasa yang berbeda
kau menyadarkan aku
bahwa mimpi terkadang hanya manipulasi
make-up dari khayalan kita
hanya ku simpan kenangan yang indah
dan lenggang jalanmu yang aduhai…
kamu tetap sayangku dalam mimpi
